Putuk Truno Prigen Jadi Panggung Budaya, Ruwatan Agung Nuswantoro Digelar 3 Hari

Pasuruan – Pesta budaya bertajuk “Ruwatan Agung Nuswantoro” siap digelar di kawasan Air Terjun Putuk Truno, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat hingga Minggu, 21–23 Agustus 2026.

Acara tahunan yang diselenggarakan oleh keluarga besar LSM GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Wilayah Jawa Timur ini mengangkat tema “Merajut Kebhinekaan dalam Harmoni Budaya”. Berbagai penampilan seni, arak-arakan budaya, prosesi ruwatan, serta kesenian tradisional akan mewarnai rangkaian kegiatannya.

Muhammad Asy’ari, S.H., selaku Ketua LSM GMBI Distrik Pasuruan Raya, menjelaskan bahwa kegiatan ini memang menjadi agenda rutin tahunan GMBI Wilayah Jawa Timur. Jika pada tahun lalu acara serupa dilaksanakan di Nganjuk, maka untuk tahun ini Kabupaten Pasuruan terpilih menjadi tuan rumah.

Air Terjun Putuk Truno akhirnya ditetapkan sebagai lokasi utama setelah tim budaya GMBI meninjau dan mempertimbangkan tiga calon tempat, yaitu Air Terjun Kakek Bodo, Putuk Truno, dan Candi Jawi. “Dari ketiga pilihan tersebut, Putuk Truno dinilai paling layak dan sesuai,” ujar Asy’ari.

Dengan terpilihnya Pasuruan sebagai tempat pelaksanaan, GMBI juga berupaya memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kekayaan budaya setempat. Sebanyak 34 kelompok atau komunitas budaya asli Pasuruan dipastikan ikut terlibat. Sebenarnya banyak kelompok budaya dari daerah lain yang turut ingin berpartisipasi, namun keterbatasan waktu membuat panitia lebih memprioritaskan komunitas lokal terlebih dahulu.

Rangkaian acara akan dibuka pada hari Jumat dengan penampilan kesenian bantengan, jaranan, reog, dan wayang kulit. Seluruh pertunjukan hari pertama berlangsung di lapangan Kelurahan Prigen.

Puncak acara jatuh pada hari Sabtu, 22 Agustus, berupa prosesi Ruwatan Agung Nuswantoro yang digelar di Air Terjun Putuk Truno. Sejumlah pejabat tinggi dijadwalkan hadir, meliputi Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, serta Bupati Pasuruan beserta jajaran kepala dinas terkait. Prosesi ruwatan direncanakan berlangsung pukul 07.30 WIB, lalu diteruskan dengan kirab budaya dan berbagai pertunjukan seni dari komunitas yang telah dipersiapkan.

Baca Juga:  Gempol FC Menggila Di Laga Perdana Pasuruan Super League

Pada malam harinya, Wakil Bupati Pasuruan bersama para anggota DPRD Kabupaten Pasuruan juga dijadwalkan hadir. Acara malam berisi pembacaan macapat, penampilan banjari, doa bersama lintas agama, pengajian kebangsaan, serta pemberian bantuan kepada 99 anak yatim piatu dan kaum dhuafa.

Sementara hari Minggu menjadi penutup seluruh rangkaian kegiatan. Setelah berbagai pertunjukan seni dan budaya berlangsung, kesenian Reog akan tampil sebagai sajian terakhir yang sekaligus menandai berakhirnya acara.

Terkait penempatan jadwal wayang kulit, Asy’ari menjelaskan: “Awalnya wayang kulit direncanakan tampil di hari terakhir. Namun atas saran para sesepuh budaya, agar prosesi ruwatan dapat berjalan dengan sempurna, pagelaran wayang kulit sebaiknya dibawakan sejak awal acara. Oleh sebab itu, kami memindahkannya ke hari pertama.” (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *