Pasuruan– Prigen FC menutup perjalanan babak penyisihan Grup A dengan hasil yang sangat manis. Dalam pertandingan melawan Pohjentrek FC yang digelar di Lapangan Kebotohan, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan pada Senin (14/9) sekitar pukul 14.00, Prigen FC sukses meraih kemenangan dengan skor 4-2.
Kemenangan ini sekaligus menempatkan Prigen FC di posisi puncak klasemen Grup A dan memastikan langkah mereka melaju ke babak berikutnya dengan membawa tiga poin penuh.
Sejak peluit awal berkumandang, Prigen FC langsung tampil menyerang dan menekan. Sebaliknya, Pohjentrek FC justru tampil kesulitan membangun pola permainan. Situasi tersebut segera dimanfaatkan Prigen FC untuk terus mengancam pertahanan lawan.
Prigen FC bahkan sudah berhasil membuka keunggulan saat pertandingan baru memasuki menit kedua. Tomi, pemain bernomor punggung 9, dengan cerdik menyambar bola hasil tendangan sudut dari sisi kanan yang masuk ke area pertahanan Pohjentrek. Gol tercipta dan skor berubah menjadi 1-0 bagi Prigen.
Unggul lebih dulu membuat Prigen FC semakin percaya diri melancarkan serangan. Tak lama berselang, tepatnya pada menit ketujuh, Dika Alif kembali menambah keunggulan lewat tendangan bebas yang dilepaskan langsung ke gawang. Penjaga gawang Pohjentrek gagal menahan laju bola, skor pun berubah menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol menyadarkan Pohjentrek FC untuk segera bangkit. Pelatih Nur Ega pun melakukan penyesuaian strategi. Perlahan permainan Pohjentrek mulai membaik dan mereka mampu memberikan tekanan balasan kepada Prigen FC.
Pertandingan pun berjalan lebih terbuka dengan kedua tim saling tukar serangan. Perjuangan Pohjentrek akhirnya berbuah hasil pada menit ke-25. Syahrul, pemain bernomor punggung 16, memanfaatkan situasi bola mati di depan gawang. Bola yang gagal dibersihkan sempurna oleh kiper Prigen pun masuk ke gawang. Pohjentrek berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1.
Skor tersebut bertahan hingga berakhirnya babak pertama.
Memasuki babak kedua, Pohjentrek FC berusaha mengejar ketertinggalan. Namun, Prigen FC tetap mampu menjaga tempo dan intensitas permainan. Tekanan yang terus diberikan kembali membuahkan hasil. Zulfikar, pemain bernomor punggung 44, mencetak gol pada menit ke-44 melalui tendangan bebas dari jarak jauh yang meluncur deras ke gawang dan tak terjangkau kiper Pohjentrek. Prigen kembali menjauhkan keunggulan menjadi 3-1.
Lima menit kemudian, Dika Alif kembali mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan silang yang jatuh tepat di kakinya, Dika dengan tenang melepaskan tembakan yang tak terhalang menuju gawang. Skor kini 4-1 untuk keunggulan Prigen FC.
Meski unggul jauh, Prigen FC masih terus berupaya menekan. Namun, keasyikan menyerang justru membuat pertahanan mereka sedikit terbuka. Pohjentrek FC memanfaatkan celah tersebut untuk melancarkan serangan balik. Pada menit ke-66, Salman Alfarisi, pemain bernomor punggung 22, menyambar umpan terobosan dan berhasil memanfaatkannya dengan baik untuk memperkecil kedudukan menjadi 4-2.
Skor 4-2 itu pun bertahan hingga pertandingan berakhir.
Pelatih Prigen FC, Roni Firmansyah, menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan yang diraih di laga terakhir ini. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari kerja keras seluruh pemain sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah, kami berhasil mengamankan laga terakhir ini. Tiga poin penuh berhasil kami bawa berkat kerja keras dan perjuangan seluruh pemain,” ujar Roni.
Berkat kemenangan tersebut, Prigen FC resmi menempati posisi juara Grup A. Roni berharap penampilan timnya dapat terus meningkat dan menjaga pola permainan yang sudah terbentuk saat melangkah ke babak selanjutnya.
“Siapapun lawan yang akan kami hadapi nanti, kami akan berusaha memberikan penampilan terbaik demi kemenangan tim. Saya melihat perkembangan dan semangat anak-anak terus membaik. Semoga ke depannya kami bisa tampil lebih baik lagi,” harapnya.
Di sisi lain, Pelatih Pohjentrek FC, Nur Ega, tetap memberikan apresiasi penuh kepada anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu tampil tenang dan menikmati jalannya pertandingan.
“Secara keseluruhan saya bersyukur. Yang terpenting anak-anak bisa bermain dengan gembira dan tenang hari ini,” ungkap Nur Ega.
Meski begitu, ia mengakui masih ada sejumlah hal yang perlu diperbaiki, termasuk beberapa kelalaian di sektor penjaga gawang yang turut memengaruhi hasil akhir.
“Kami tahu hasil akhirnya 4-2, dan ada beberapa hal, termasuk dari sisi kiper yang mungkin masih perlu diperbaiki,” tambahnya.
Kekalahan ini pun dijadikan bahan evaluasi bagi tim. Nur Ega berpesan agar seluruh pemain semakin giat berlatih guna mematangkan kesiapan mereka pada ajang-ajang mendatang.
“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Saya berharap ke depannya seluruh pemain semakin rajin berlatih agar lebih siap dan matang saat menghadapi turnamen berikutnya, termasuk penyelenggaraan tahun depan,” jelasnya.(pilar)







Leave a Reply