Pasuruan – Jalan penghubung antar Rukun Tetangga di Dusun Babatan, Desa Bakalan, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan kini dalam kondisi sangat memprihatinkan. Karena belum kunjung tersedia alokasi biaya dari pihak berwenang, warga pun bersatu bergerak secara swadaya untuk memperbaikinya sendiri pada Minggu (6/9/26).
Ruangan jalan sepanjang 300 meter dan lebar 5 meter itu sebelumnya banyak berlubang, tergenang air saat hujan, serta menyulitkan perjalanan kendaraan roda dua maupun roda empat. Atas kebersamaan warga Dusun Babatan, perbaikan akhirnya berjalan tanpa menunggu bantuan anggaran dari Pemerintah Desa Bakalan maupun Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Ketua RW-03, Mashul, menyampaikan bahwa usulan perbaikan memang sudah disampaikan, namun belum mendapatkan tanggapan. Warga pun langsung bekerja bakti dari pagi hingga sore hari atas kemauan sendiri.
“Jalan ini menghubungkan antar RT sekaligus menuju tempat kegiatan olahraga warga Babatan. Itulah sebabnya kami memilih bekerja sama memperbaikinya,” ujar Mashul yang akrab disapa Mas Keblek.
Terkait pembiayaan, lanjutnya, biaya diperoleh dari sumbangan warga dan uang kas Dusun Babatan.
“Segala upaya ini kami lakukan demi kepentingan bersama. Setiap hari banyak pelajar dan petani yang melintas di sini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Babatan Sri Pandu Maharja menyampaikan rasa terima kasih atas kebersamaan dan kepedulian seluruh warga.
“Saya sangat mengapresiasi semangat warga yang dengan sukarela membenahi jalan rusak ini melalui dana swadaya,” ungkapnya.
Langkah mandiri ini diambil karena warga merasa tidak mungkin terus menunggu kepastian anggaran yang belum jelas. Demi keselamatan bersama, jalan lebih baik segera diperbaiki sendiri daripada menunggu hingga terjadi hal yang tidak diinginkan. Seluruh proses pengerjaan dilakukan bersama-sama, terlihat warga saling bahu-membahu mengangkut bahan bangunan.
Diketahui sebelumnya, Pemerintah Desa Bakalan melalui Wahid bersama Kepala Dusun Babatan telah menyampaikan bahwa perbaikan jalan baru akan dilaksanakan pada tahun 2027. Namun warga tidak tega membiarkan jalan rusak terus dipakai anak sekolah dan petani setiap harinya, sehingga memutuskan memperbaikinya sendiri demi kenyamanan dan keselamatan bersama.
Warga pun berharap setelah perbaikan mandiri ini selesai, pihak pemerintah dapat turut memperhatikan dan melanjutkannya dengan pengaspalan atau pemasangan blok paving nantinya.(Tim)







Leave a Reply