Pasuruan – Salah satu laga semifinal yang penuh ketegangan tersaji di Pasuruan Superleague Bupati Cup 2026, berlangsung di Lapangan Plumbon, Pandaan. Sukorejo United berhadapan dengan Kraton FC, dan kedua kesebelasan tampil dengan semangat juang yang sangat tinggi.
Bagi kedua tim, ini adalah langkah pertama kalinya menembus babak semifinal ajang tahun ini. Wajar jika keduanya menurunkan kekuatan penuh dan tampil habis-habisan di atas lapangan.
Pertandingan dipimpin oleh wasit Lutfi. Sejak awal babak pertama, kedua tim langsung bermain terbuka dan saling menyerang. Suasana pertandingan terasa panas, apalagi disaksikan langsung oleh ribuan penonton yang memenuhi tribun. Berbagai peluang tercipta di kedua sisi, namun tak ada satu pun yang mampu membobol gawang lawan. Skor imbang tanpa gol tetap bertahan hingga peluit istirahat berbunyi.
Memasuki babak kedua, pertarungan tetap berjalan dengan tempo cepat dan ketegangan yang tak berkurang. Situasi berubah pada menit ke-55, ketika masing-masing tim kehilangan satu pemain setelah dijatuhi hukuman kartu merah. Dari kubu Sukorejo United, kapten tim Kariono harus keluar lapangan akibat akumulasi dua kartu kuning. Sementara dari sisi Kraton FC, M. Jihad juga menerima keputusan serupa dari wasit.
Suasana di Lapangan Plumbon langsung bergemuruh pada menit ke-62. Mauludin dari Kraton FC berhasil memecah kebuntuan melalui tendangan keras meluncur rendah yang masuk ke gawang Sukorejo United.
Tertinggal satu gol, Sukorejo United meningkatkan tekanan dan melancarkan gelombang serangan demi gelombang. Namun tak ada yang mampu mengubah papan skor. Sebaliknya, Kraton FC yang berusaha menambah keunggulan juga belum berhasil. Skor 1-0 untuk keunggulan Kraton FC bertahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini sekaligus mengantar Kraton FC melaju ke babak puncak.
“Syukurlah tim mampu memenangkan laga ini, dari awal hingga akhir kami bisa menahan permainan Sukorejo United. Semoga di babak nanti kami bisa tampil lebih baik lagi,” ujar pelatih Kraton FC, Ariel Mulyono.
Sementara itu, pelatih Sukorejo United, Syaifudin, mengakui kekalahan itu dengan perasaan kecewa namun tetap bangga. “Suasana pertandingan luar biasa, namun hal itu membuat para pemain tertekan sehingga tidak bisa tampil maksimal. Meski begitu, pencapaian masuk semifinal sudah patut disyukuri,” tuturnya.(pilar)







Leave a Reply