Pasuruan – Dua jabatan Pelaksana Teknis Kewilayahan yang telah kosong lebih dari setahun di Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, kini perlahan menemukan kejelasan. Sebanyak enam peserta turut serta dalam ujian seleksi calon perangkat desa yang berlangsung di Aula Balai Desa Karangrejo pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Keenam peserta terbagi ke dalam dua kelompok formasi. Tiga orang bersaing untuk wilayah Kawil Kuwung, sedangkan tiga sisanya bertanding untuk formasi Kawil Karangbangkal. Materi ujian mencakup pengujian pengetahuan umum serta kemampuan baca dan tulis kitab suci. Penilaian dilakukan langsung oleh tim dari lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Al-Arif, Wonoayu, Gempol.
Berdasarkan hasil yang dipublikasikan, Wawan Indrawanto tampil sebagai peserta teratas untuk formasi Dusun Kuwung dengan total nilai 313. Perinciannya: Bahasa Indonesia 72, pengetahuan umum 84, agama 72, baca kitab suci 75, serta tulis kitab suci 10. Posisi kedua diraih Umi Alfiah Anggraini dengan akumulasi 312 poin, dan Ari Setiawan menyusul di peringkat ketiga dengan nilai 286.
Sementara itu, untuk formasi Dusun Karangbangkal, Muchammad Farid menempati urutan teratas dengan total nilai 329. Angka tersebut menempatkannya di posisi pertama, mengungguli Indriana Hermawati Puspita Arum yang mencatatkan nilai gabungan 271, serta Mukhammad Rizki Ramadlan dengan perolehan 249.
Hasil seleksi ini menjadi tonggak penting untuk mengisi kekosongan dua jabatan yang sudah berlangsung lama tersebut. Kepala Desa Karangrejo, M. Su’ud, menegaskan bahwa peran Pelaksana Teknis Kewilayahan sangat strategis karena berhadapan langsung dengan warga. Oleh karena itu, ia berharap siapa pun yang terpilih kelak senantiasa mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
“Prinsip utama kami adalah mengutamakan kepentingan warga dibandingkan kepentingan sendiri, disertai kedisiplinan yang tinggi,” ujar Su’ud.
Ia menjelaskan bahwa kedua posisi tersebut telah lowong selama lebih dari setahun, sehingga pelaksanaan seleksi ini merupakan langkah yang sangat dinantikan untuk memperkuat kembali jajaran pelayanan di wilayah desa. Su’ud berharap proses seleksi yang telah berjalan dapat melahirkan tenaga perangkat desa yang tidak hanya cakap, tetapi juga mampu menjembatani komunikasi antara pemerintah desa dengan masyarakat luas. Baginya, angka nilai bukanlah segalanya — yang terpenting adalah kesiapan memikul amanah dan melayani sebaik mungkin.
“Yang paling utama adalah agar pelayanan pemerintahan desa di tingkat wilayah dapat berjalan semakin lancar dan maksimal,” tutupnya.







Leave a Reply