Pasuruan – Niat tulus Auliyatul Fitriya (43) untuk melaksanakan tugas mengajar di awal pekan justru berakhir dengan duka mendalam. Perjalanan rutin sang pengajar matematika di SMPN 2 Nguling menuju tempat mengabdi berubah menjadi perjalanan terakhirnya. Ia meninggal dunia akibat tabrakan dari belakang yang menimpa sepeda motor yang dikendarainya, Senin pagi (14/9), di Jalan Raya Sumurwaru, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan. Kendaraan yang menabraknya adalah mobil pikap Isuzu Traga.
Saat kejadian sekitar pukul 07.00, lingkungan SMPN 2 Nguling masih sibuk bersiap untuk pelaksanaan upacara bendera hari Senin. Korban yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu sengaja berangkat lebih awal, padahal jam mengajarnya baru akan dimulai pukul 07.40.
Auliyatul melaju mengendarai sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi N 3349 VV dari arah barat menuju timur. Namun tak lama kemudian, musibah datang dari arah belakang. Sebuah mobil pikap Isuzu Traga bernomor polisi P 8944 EC yang dikemudikan oleh Moh. Fajariantyo (26), warga Kabupaten Situbondo, melaju searah dan diduga karena kurang konsentrasi serta tidak waspada terhadap kondisi di depannya, kendaraan tersebut menghantam bagian belakang motor korban dengan kekuatan penuh.
Akibat benturan keras itu, tubuh korban terpental jatuh ke permukaan jalan. Ia menderita luka parah di bagian kepala, disertai lecet-lecet di sepanjang tangan dan kakinya. Warga yang berdomisili di Sumberdawesari, Kecamatan Grati, itu segera dilarikan ke RSUD Grati guna mendapatkan penanganan medis secepatnya. Namun sayang, nyawanya tak tertolong dan dinyatakan berpulang ke Rahmatullah setelah menerima perawatan.
Kepala SMPN 2 Nguling, Doni Wahyudi, membenarkan bahwa almarhumah sedang dalam perjalanan menuju sekolah saat kecelakaan terjadi.
“Beliau adalah guru mata pelajaran Matematika. Hari Senin memang ada jadwal upacara, sehingga saat kejadian proses belajar mengajar belum dimulai, masih dalam tahap persiapan. Perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 07.08. Saat ini kami juga telah mengucapkan belasungkawa dan melayat ke rumah duka,” ungkap Doni.(pilar)







Leave a Reply