Lereng Gunung Arjuno Kebakaran: Api di Lali Jiwo Terkendali, Bergerak ke Puthuk Bulak Prigen

Pasuruan – Ancaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan lereng Gunung Arjuno ternyata belum sepenuhnya berakhir. Meskipun api di Blok Lali Jiwo berhasil diredam, sejumlah titik apinya dilaporkan telah berpindah dan merambat ke arah Puthuk Bulak yang secara administratif masuk wilayah Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen.

Upaya pemadaman di Blok Lali Jiwo sebelumnya telah dilakukan secara bersama-sama oleh Petugas Polisi Hutan Tahura R. Soerjo dibantu para relawan dari kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Setelah berjuang keras memadamkan si jago merah, petugas dan relawan akhirnya berhasil menguasai titik api di kawasan tersebut.

Kebakaran itu sendiri pertama kali terpantau sejak hari Sabtu (12/9). Selama tiga hari berturut-turut, api menghanguskan berbagai tumbuhan dan pepohonan yang tumbuh di kawasan hutan tersebut.

Penjabat Kepala Desa Tambakwatu, Rochmah, menyampaikan bahwa saat ini kondisi api di Lali Jiwo sudah terkendali. Warga dari desanya maupun warga Desa Cendono yang turut membantu proses pemadaman pun telah dipersilakan kembali ke kediaman masing-masing.

“Kini titik api di Lali Jiwo sudah dapat dikendalikan. Warga dari desa kami maupun dari Cendono yang turut membantu pun sudah kembali ke rumah masing-masing,” ungkap Rochmah.

Namun, berhasilnya penguasaan api di Lali Jiwo belum tentu berarti kebakaran telah berakhir sepenuhnya. Sebagian apinya justru dilaporkan bergerak menuju wilayah Kecamatan Prigen.

Sementara itu, Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustinintyas Marini, membenarkan bahwa titik api di Alas Lali Jiwo memang sudah dapat dikendalikan. Namun, apinya yang kini merambat ke arah Puthuk Bulak diperkirakan masih terus menyala.

Kondisi pasti di lokasi tersebut belum dapat dipastikan secara menyeluruh karena kawasan saat ini tertutup kabut tebal. Selain itu, kondisi medan yang sangat terjal dan curam juga menjadi kendala tersendiri bagi petugas untuk menjangkau titik api secara langsung guna melakukan pemadaman.

Baca Juga:  Tabrak Truk Gandeng Berhenti di Bahu Jalan Raya Ngerong Gempol Pasuruan, Warga Carat Meninggal

“Petugas belum dapat menjangkau titik api dikarenakan letaknya berada di medan yang sangat terjal dan curam,” jelas Marini.

Meski belum dapat turun langsung ke lokasi, pihaknya tetap melakukan pemantauan terus-menerus. Pemantauan dilakukan dari pos terdekat, yaitu Pos Rangsang, serta dari pangkalan lainnya. “Itulah informasi terkini yang kami peroleh sejauh ini,” pungkas Marini.(pilar)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *