Pasuruan – Langkah nyata Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur pada awal Juli ini berhasil mencetak puluhan peminat sebagian besar berstatus pelajar dan mahasiswa—menjadi tenaga Panatacara atau pembawa acara pernikahan adat Jawa.
Kegiatan yang digelar di Bimasakti Farm, Pacet, Mojokerto, pada Minggu (5/7/2026) ini diikuti oleh peserta berusia 17 hingga 30 tahun yang belajar dengan tekun. Bahkan, sebagian peserta datang bukan hanya dari wilayah Jawa Timur, melainkan berasal dari luar Pulau Jawa.
Salah satunya adalah Vina Munawaroh, lahir 7 Agustus 2007. Meski berasal dari Lampung, ia mengaku sangat antusias dan bersyukur bisa mendalami bahasa serta tata krama Jawa.
“Saya merasa senang sekaligus bangga bisa mengikuti pelatihan ini. Selain mendapat teman baru, saya juga memperoleh pengetahuan yang tidak saya temukan saat perkuliahan,” ujar mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Mojokerto itu.
Video saat pelatihan
Di tempat yang sama, Ketua FPK Jawa Timur Ki Bagong Sabdo Sinukarto menjelaskan bahwa program ini telah direncanakan sejak lama dengan tujuan memajukan budaya Jawa, khususnya terkait tata cara pelaksanaan pernikahan adat.
Menurutnya, saat ini semakin jarang anak muda yang tertarik mendalami profesi Panatacara, padahal peluang kerjanya cukup luas dan sayang jika tradisi ini sampai punah.
“Secara ekonomi, profesi ini sangat menjanjikan, terutama bagi mereka yang masih berusia muda, apalagi bagi kaum perempuan,” urainya.
Pelatihan kali ini dihadiri peserta dari berbagai daerah: Malang, Mojokerto, Pasuruan, Surabaya, Lamongan, hingga Sidoarjo. Materi disampaikan oleh tiga pemateri andalan, yaitu Maduri dari Gresik, Indah Kalalo dari Batu, dan Titus Austin dari Surabaya. (Tim)











Leave a Reply