Pasuruan – Menyikapi potensi kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Puskesmas Karangrejo meluncurkan program unggulan berjudul “KAPAS CANTIK” — singkatan dari Karangrejo Pasti Cari Jentik.
Langkah pencegahan ini difokuskan pada pembersihan sarang nyamuk, melalui pemantauan rutin keberadaan jentik serta mendorong keterlibatan warga secara aktif guna menekan populasi nyamuk Aedes aegypti.
Kepala Puskesmas Karangrejo, dr. Agus Hendra Wiguna, menyampaikan bahwa inovasi ini dibentuk sebagai respons cepat demi melindungi kesehatan masyarakat. “KAPAS CANTIK hadir sebagai upaya pencegahan menjelang kemungkinan bertambahnya penderita DBD di wilayah kami. Dengan pemeriksaan jentik secara berkala, kami mengajak warga lebih peduli terhadap lingkungan, terutama tempat penampungan air yang berisiko menjadi sarang nyamuk,” ujarnya yang akrab disapa Dokter Agus.
Program ini didukung oleh para kader Juru Pemantau Jentik (Jumantik) yang tersebar di keempat desa binaan Puskesmas Karangrejo. Tugas mereka meliputi pengecekan lingkungan, pemeriksaan bak penampungan air, pencatatan keberadaan jentik, sekaligus menyosialisasikan penerapan prinsip 3M Plus kepada warga.
Salah satu kegiatan inti dalam program ini adalah “Grebek Jentik”, yang dilaksanakan setiap bulan secara bergantian di tiap desa. Sistem pergiliran ini diterapkan agar perhatian dan penanganan dapat merata ke seluruh wilayah. Melalui kegiatan tersebut, petugas puskesmas dan para kader dapat berinteraksi langsung dengan warga di lingkungannya.
“KAPAS CANTIK menjadikan pemberdayaan masyarakat sebagai kekuatan utama pencegahan DBD. Kader Jumantik di setiap dusun menjadi garda terdepan dalam pemantauan, sementara Puskesmas Karangrejo bertugas membina, mendampingi, memantau, dan menindaklanjuti hasil di lapangan,” tambah Dokter Agus.
Dengan kerja sama yang erat antara pihak puskesmas, kader Jumantik, pemerintah desa, serta seluruh warga, program ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dini sekaligus memutus rantai penularan DBD. Dokter Agus mengimbau agar masyarakat mulai memeriksa tempat penampungan air di rumah masing-masing secara mandiri dan rutin, tanpa perlu menunggu adanya kasus terjadi.(pilar)







Leave a Reply