BUMDes Mojoparon Kembangkan Budidaya Ayam Petelur dan Puyuh

Pasuruan – Upaya penguatan ketahanan pangan desa melalui peternakan ayam petelur dan puyuh terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan di Desa Mojoparon, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Kondisi terkini dipantau langsung di lokasi usaha pada Kamis (5/3/2026). Peninjauan ini dilakukan oleh tim pendamping bersama jajaran pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai rencana yang telah disusun.

Agus, selaku Bendahara BUMDes Sumber Makmur Desa Mojoparon, menjelaskan bahwa kegiatan ini merawat sekitar 1.000 ekor ayam petelur dan jumlah yang sama untuk burung puyuh. Kedua jenis ternak tersebut merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang dibiayai melalui anggaran tahun 2025. Diharapkan langkah ini dapat memperkuat pasokan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga.

Hingga saat ini, peternakan ayam petelur rata-rata menghasilkan sekitar 900 butir telur setiap harinya. Hasil produksi yang cenderung stabil ini menjadi salah satu sumber pendapatan rutin bagi unit usaha BUMDes. Seluruh telur yang dihasilkan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi warga sekitar maupun pasar di wilayah setempat.

Di sisi lain, budidaya burung puyuh pun mulai menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan. Sekitar 5 kilogram telur puyuh dapat dipanen setiap dua hari sekali, meskipun jumlahnya kadang berubah menyesuaikan permintaan pembeli. Pengembangan ternak ini merupakan kelanjutan dari usaha ayam petelur guna memperluas jangkauan potensi ekonomi di sektor pangan desa.

Proses pemantauan dan evaluasi ini dilakukan bersama Pendamping Desa Kecamatan Rembang, Fathur, serta Pendamping Lokal Desa (PLD) seperti Mahmudah. Kegiatan ini bertujuan agar pelaksanaan program berjalan efektif sekaligus memberikan bimbingan teknis kepada pengelola dalam upaya terus meningkatkan hasil produksi.

Turut hadir pula Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) yang terdiri dari Priyadi, Deni, dan Husni. Masukan yang diberikan oleh tim pendamping diharapkan dapat menjadi strategi pengembangan bagi BUMDes, sehingga program ini dapat berjalan berkelanjutan dan membawa dampak nyata bagi perekonomian warga.

Baca Juga:  Kasat Binmas Polres Pasuruan Isi PKKMB ITB Yadika dengan Pemahaman Wawasan Kebangsaan

Secara keseluruhan, program ini didukung oleh anggaran ketahanan pangan desa tahun 2025 senilai sekitar Rp182 juta. Melalui perluasan usaha dari ayam petelur hingga ke puyuh, pemerintah desa dan BUMDes berharap unit ini dapat menjadi teladan dalam menguatkan ekonomi pedesaan serta mewujudkan kemandirian pangan di tingkat lokal. (Tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *