Pasuruan – Piala Bupati Cup 2026 Pasuruan Super League bukan sekadar wadah menjaring pesepakbola berbakat. Turnamen yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo ini sekaligus bertujuan mempererat tali silaturahmi serta memeriahkan peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097.
Selain itu, ajang ini menjadi langkah nyata menjamin keselamatan dan perlindungan setiap pemain selama bertanding. Seluruh peserta dari 24 tim telah terdaftar dan terlindungi melalui program BPJS Ketenagakerjaan. Perlindungan ini merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dunia olahraga, dan BPJS Ketenagakerjaan demi memberi rasa aman kepada para atlet saat beraktivitas di lapangan.
Manfaat perlindungan tersebut telah terbukti nyata. Salah satunya dialami seorang pemain yang mengalami kecelakaan dalam laga yang berlangsung pada 6 September 2026 di Lapangan Ngadimulyo, antara perwakilan Kecamatan Beji melawan Kecamatan Sukorejo. Pemain Sukorejo, Tutun Arianto, mengalami cedera patah tulang bahu yang cukup serius. Ia harus menjalani perawatan medis dan operasi pemasangan pen di Rumah Sakit Sahabat Sukorejo.
Berkas kepesertaannya dalam program BPJS Ketenagakerjaan, seluruh biaya pengobatan akibat kecelakaan itu ditanggung sepenuhnya melalui skema Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), mulai dari tindakan medis hingga perawatan pemulihan. Kejadian ini membuktikan bahwa perlindungan yang disiapkan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan memberi manfaat nyata ketika risiko terjadi.
Kepala Dispora Kabupaten Pasuruan, Mohammad Agus Masjhady, menyampaikan bahwa penyelenggaraan olahraga harus berjalan seiring dengan jaminan keselamatan setiap pemain. “Bupati Cup 2026 bukan hanya soal kompetisi dan prestasi. Kami ingin memastikan setiap orang yang bertanding merasa aman. Dengan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, kami berharap pemain tampil maksimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan,” ujarnya.
Menurutnya, perlindungan peserta adalah bagian tak terpisahkan dari penyelenggaraan yang profesional dan bertanggung jawab. “Apa yang dialami Tutun Arianto menjadi pelajaran sekaligus bukti betapa pentingnya jaminan sosial. Kami juga mengapresiasi BPJS Ketenagakerjaan atas kerja samanya sehingga ketika hal tak terduga terjadi, pemain langsung mendapat penanganan medis yang layak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pasuruan, Sulistijo Nisita Wirjawan, menyatakan bahwa perlindungan bagi peserta turnamen adalah wujud komitmen menghadirkan jaminan sosial di berbagai bidang, termasuk olahraga. “Kami ingin setiap pemain di Piala Bupati ini terlindungi dari risiko kecelakaan. Kasus Tutun Arianto membuktikan manfaat itu benar-benar hadir saat dibutuhkan,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa peserta yang mengalami kecelakaan dalam kegiatan yang dilindungi berhak mendapatkan pelayanan sesuai ketentuan JKK tanpa perlu khawatir soal biaya pengobatan. “Tutun mendapat perawatan dan operasi di RS Sahabat Sukorejo. Seluruh biaya yang menjadi tanggungan program JKK ditanggung sesuai aturan. Ini bukti nyata negara hadir melindungi pesertanya,” terangnya.
Sulistijo juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Pasuruan dan Dispora atas perhatian terhadap jaminan sosial para pemain. “Semoga kerja sama ini terus berlanjut. Olahraga harus tetap menjadi ruang berprestasi dan mempererat persaudaraan, sekaligus memberi perlindungan bagi semua yang terlibat,” harapnya.
Di tempat terpisah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pandaan, Ravika Imania Rasyid, menyebutkan peristiwa yang dialami Tutun Arianto menjadi contoh nyata pentingnya perlindungan tersebut. “Kecelakaan bisa terjadi kapan saja, termasuk saat berolahraga. Karena itu, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan sangatlah penting agar saat risiko muncul, peserta langsung mendapat penanganan yang layak,” ujarnya.
Pihaknya berkomitmen terus memberikan pelayanan terbaik dan memastikan setiap peserta yang mengalami kecelakaan ditangani sesuai prosedur. “Kami turut prihatin atas cedera yang dialami Tutun Arianto. Semoga lekas pulih dan bisa kembali beraktivitas serta bermain sepak bola setelah dinyatakan sembuh oleh dokter. Yang terpenting, keluarga tidak perlu memikirkan biaya pengobatan karena sudah ditanggung program sesuai ketentuan,” ungkap Ravika.
Perlindungan yang diberikan kepada seluruh peserta Bupati Cup 2026 diharapkan dapat menjadi contoh bahwa jaminan sosial dapat hadir dalam berbagai aktivitas masyarakat. Hal ini tidak hanya memberi rasa aman bagi pemain, tetapi juga ketenangan bagi keluarga mereka. Semangat berolahraga dan berprestasi hendaknya berjalan beriringan dengan kesadaran akan pentingnya perlindungan diri.
Kasus Tutun Arianto menjadi pengingat bahwa kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Dengan adanya perlindungan melalui program JKK, proses pengobatan dan pemulihan dapat berjalan tanpa terbebani biaya. Langkah ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa keselamatan dan jaminan sosial adalah bagian yang tak terpisahkan dari dunia olahraga.
Ajang Bupati Cup 2026 Pasuruan Super League diharapkan tak hanya melahirkan prestasi dan sportivitas tinggi, melainkan juga menjadi model penyelenggaraan kompetisi yang mengutamakan keselamatan, perlindungan, dan kesejahteraan setiap peserta.
“Bertanding dengan Sportif, Berprestasi dengan Semangat, Terlindungi Bersama BPJS Ketenagakerjaan.” (pilar)







Leave a Reply