Ruwatan Tolak Sengkala Ing Marga Dan Doa Bersama Di Patung Sapi Pandaan

Pasuruan – Suasana yang tak biasa tampak di kawasan Simpang Empat Patung Sapi, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, pada Minggu (12/7/2026).

Menanggapi maraknya kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Patung Sapi, Pandaan, warga setempat berinisiatif menggelar aksi tabur bunga dan doa bersama di Lokasi tersebut..

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus ikhtiar spiritual masyarakat. Warga berharap, melalui doa bersama ini, area sekitar Patung Sapi menjadi lebih aman dan tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan di masa mendatang..

Kawasan Patung Sapi Pandaan selama ini memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan. Warga mengimbau para pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan menjaga laju kendaraan saat melintasi jalur tersebut.

Warga, para pelaku budaya, hingga beragam komunitas baik dari dalam maupun luar wilayah Pasuruan berdatangan untuk berkumpul dalam kegiatan Selamatan Jenang Sengkala yang digagas oleh Forum Pamong Kebudayaan (FPK) Jawa Timur.

Rangkaian acara yang berlangsung penuh kekhidmatan ini turut mendapat dukungan dan kehadiran langsung unsur Pemerintahan Kecamatan dan Keamanan setempat, meliputi Camat Pandaan, jajaran Kepolisian, Komando Militer, serta perangkat pemerintah desa.

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti dukungan nyata terhadap upaya bersama warga dalam mendoakan para korban kecelakaan, sekaligus memohon perlindungan dan keselamatan bagi setiap pengendara yang melintas di persimpangan yang kerap menjadi lokasi kecelakaan tersebut.

Semangat warga tampak nyata sejak kegiatan dimulai. Bahkan masyarakat dari Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, turut hadir membawa jenang sengkala buatan sendiri sebagai bagian dari tradisi selamatan yang diwariskan.

Sekitar pukul 09.00 WIB, petugas kepolisian mengatur arus lalu lintas dengan sistem satu arah berlawanan. Jalur yang dikenal rawan kecelakaan di Simpang Empat Patung Sapi tersebut dikosongkan sementara demi kelancaran prosesi.

Baca Juga:  Foamy Water in Bakalan Canal Sparks Residents Demand Action

Di titik persimpangan itu, ratusan peserta melantunkan doa tahlil sembari menaburkan bunga ke permukaan jalan. Setelah selesai, jenang sengkala yang telah disiapkan pun dibagikan kepada para pengendara yang melintas.

Prosesi kemudian berlanjut ke makam Mbah Putri Nawangsari yang terletak di lingkungan Balai Dusun Gelang. Di sana, seluruh peserta turut mengikuti doa bersama, penghormatan leluhur, pertunjukan tari persembahan, hingga pemotongan tumpeng sebagai penutup rangkaian kegiatan.

Ki Bagong Sabdo Sinukarto, selaku Ketua FPK Jawa Timur, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Selamatan Jenang Sengkala merupakan wujud doa sekaligus pendekatan budaya menyusul tingginya angka kecelakaan di Simpang Empat Patung Sapi, Pandaan.

“Kami bergerak di bidang pelestarian budaya, maka upaya yang kami tempuh pun melalui jalur budaya ini. Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan tujuh hari wafatnya empat korban kecelakaan maut yang terjadi pada tanggal 7 Juli 2026 silam,” ujarnya.

Selain mendoakan para korban kecelakaan, lanjut Ki Bagong, doa juga dipanjatkan bagi para leluhur Desa Tawangrejo, khususnya Mbah Putri Nawangsari yang makamnya menjadi salah satu lokasi prosesi. FPK Jawa Timur pun mendorong penciptaan karya tari yang mengangkat kisah beliau.

“Kami juga mengajak Mas Wawan, seniman tari yang berdomisili di Tawangrejo, untuk meramu sebuah tarian khusus bertema Mbah Putri Nawangsari. Diharapkan karya tersebut nantinya dapat tampil dalam berbagai kegiatan budaya, baik di Desa Tawangrejo maupun lingkup Kecamatan Pandaan,” paparnya.

Sementara itu, Camat Pandaan, Timbul Wijoyo, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif para budayawan dan warga yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Secara pribadi, ia pun mengakui tak menyangka antusiasme masyarakat sedemikian tingginya.

“Ini adalah bagian dari ikhtiar kita bersama agar tidak lagi terjadi kecelakaan di wilayah Pandaan, khususnya di Simpang Empat Patung Sapi. Awalnya kami memperkirakan hanya puluhan orang yang hadir, namun ternyata jumlah peserta mencapai ratusan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tabrak Truk Gandeng Berhenti di Bahu Jalan Raya Ngerong Gempol Pasuruan, Warga Carat Meninggal

Timbul juga menambahkan bahwa Pemerintah Kecamatan Pandaan akan segera menindaklanjuti persoalan keselamatan di persimpangan tersebut dengan mengirimkan surat resmi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) guna meminta peninjauan teknis.

“Nantinya akan kami kirimkan surat permohonan agar dilakukan kajian menyeluruh. Apakah persimpangan ini perlu ditutup atau ada penanganan lain yang lebih tepat, biar hasil kajian teknis yang menentukan,” pungkasnya. (Tim)

video acara Tolak Sengkala Ing Marga (Minggu 12/07/2026)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *